/>

Halaman

Iklan

29.7.11

Manusia Dataran Tinggi Berotak Besar

LIVESCIENCE/"PRLM"
Add caption

LIVESCIENCE/"PRLM"
OTAK dan mata manusia yang bermukim di tempat tinggi memiliki ukuran lebih besar, kata para ilmuwan dari Universitas Oxford di Inggris.*
OXFORD, (PRLM).- Manusia yang bermukim di tempat tinggi memiliki mata dan otak yang lebih besar untuk mengatasi cahaya yang tidak cukup selama musim panas dan hari-hari yang berawan, kata para ilmuwan dari Universitas Oxford di Inggris.
Tetapi dalam tulisan di jurnal Biology Letters Royal Society, mereka menyimpulkan bahwa otak besar tidak membuat orang lebih pintar, karena kapasitas ekstra itu digunakan untuk proses penglihatan yang lebih besar.
Para ilmuwan itu mengukur rongga mata dan volume otak pada 55 tengkorak dari 12 populasi di berbagai pelosok dunia, dan mengadu hasil pengukuran dengan ketinggian.
Tim yang berasal dari Institute of Cognitive dan Evolutionary Anthropolgy menggunakan tengkorak dari tahun 1800-an yang disimpan di museum Oxford dan Cambridge.
Tengkorak-tengkorak itu berasal dari penduduk asli yang bermukim mulai dari Skandinavia sampai Australia, Mikronesia dan Amerika Utara.
Rongga otak terbesar beradal dari Skandinavia sementara yang terkecil berasal dari Mikronesia.
Eiluned Pearce mengatakan, "Jumlah cahaya yang menerpa permukaan Bumi dan siang hari di musim dingin semakin pendek jika kita pergi semakin ke utara atau ke selatan ekuator".
"Kami menemukan bahwa semakin rendah tingkat pencahayaan, manusia akan memiliki rongga mata lebih ebsar, yang menunjukkan bahwa bola mata mereka menjadi semakin besar".
"Mereka juga memiliki otak yang lebih besar, karena kami mendapati juga bahwa rongga kepala membesar".
"Di dalam makalah, kami mengatakan bahwa memiliki otak yang lebih besar tidak berarti manusia yang bermukim di tempat yang tinggi akan lebih pintar. Mereka itu perlu mata dan otak yang lebih besar supaya bisa melihat dengan terang di tempat mereka hidup."
Penulis bersama, Prof Robin Durbar, mengatakan, "Manusia baru bermukim di tempat tinggi di Eropa dan Asia selama beberapa ribu tahun, tetapi mereka tampaknya menyesuaikan diri dengan sistem penglihatan dengan cepat terhadap langit yang berawan, cuaca kering dan musim dingin di tempat-tempat yang tinggi."
sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/153401

Tidak ada komentar:

Posting Komentar